
Its been a while since my last entry. Sibuk sikit dengan urusan kerja and family. Volume of task seems to be mounting due to the current economic recession. Family pula, dengan pertambahan seorang anak ni, letih jugak. Balik rumah, kena jaga family pulak. Tapi seronok bila tengok anak senyum, hilang penat.
Kita sudah ada Perdana Menteri yang baru. Dato' Seri Najib namanya. I don't wish to comment anything about his appointment, since I believe that sudah banyak yang dinyatakan dalam blog-blog dan sumber media lain. Aku nak cerita dari segi bahasa jer.
Korang perasan tak, di Malaysia, wazir-wazir dipanggil menteri dan kalau dia ada portfolio macam pendidikan, kita panggil Menteri Pendidikan. Menteri apa? Menteri Pendidikan. Pisang apa? Pisang Goreng. Tapi kenapa tidak Menteri Perdana, tapi Perdana Menteri?
Agaknya, ini mungkin disebabkan direct translation from Prime Minister. Adakah ini disebabkan oleh keampuhan ilmu Bahasa Melayu yang dimiliki oleh orang-orang Dewan Bahasa dan Pustaka? Hmmm...